Negeri Penuh Aparat
Edisi jum'at, 8 Januari 2010
Negeri Penuh Aparat
Sahabat MQ, Presiden Susilo Bambang Yudhoyonomeluncurkan satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. Satgas Pemberantasan Mafia Hukum ini, akan menerima supervisi langsung dari presiden, untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan. Dalam memberantas mafia hukum, satgas tersebut tidak hanya memiliki kewenangan untuk berkoordinasi dengan seluruh elemen penegakan hukum, namun juga mengevaluasi dan memberi koreksi.
sahabat MQ, tak dapat dipungkiri memang, bila pemberantasan korupsi di Indonesia terus meningkat sejak reformasi tahun 1998. Sayang, kemajuan pemberantasan korupsi di negara kita berjalan lambat. Prestasi pemberantasan korupsi, juga masih sangat jauh dari yang diharapkan. Meski tentu saja, sejumlah langkah pemberantasan korupsi patut untuk diapresiasi.
Lambatnya kemajuan upaya pemberantasan korupsi ini, karena masih maraknya praktek mafia hukum di institusi penegakan hukum. Mafia hukum, makelar kasus atau mafia peradilan, bukanlah hal yang baru di negeri ini. Praktik-praktik kotor ini, bahkan meluas dan melibatkan hampir seluruh pelaku di lingkungan peradilan, dan beroperasi di semua lembaga penegak hukum. Ya jaksanya, ya pengacaranya, ya polisinya, ya paniteranya, ya hakimnya, bahkan hingga karyawan dan para tukang parkirnya. Celakanya, saking maraknya, tindakan tersebut kini dianggap sebagai hal yang biasa.
Sahabat MQ, pembentukan satgas antikorupsi ini dinilai sebagai satu langkah yang baik. Pembentukan satgas ini, akan meringankan tugas Komisi Pemberantasan Korupsi, dan membantu upaya pemberantasan mafia hukum. Meski di sisi lain banyak pula yang meragukan efektivitas dan keberhasilannya nanti. Maklum..., berdasar pengalaman yang sudah-sudah upaya pemberantasan mafia hukum seringkali menemui kebuntuan. Terhambat karena struktural dan jiwa korps di masing-masing instansi, pengawasan yang lemah, aparat yang tak kalah korup, hingga rendahnya kemauan dari pimpinan institusi penegak hukum ini.
Sahabat MQ, semoga rasa pesimis dan keraguan yang mengiring terbentuknya satgas mafia hukum ini tidak terbukti. Sungguh.. negeri ini adalah kawasan jenuh aparat. Ada KPK, Kepolisian, Kejaksaan, Mahkamah Konstitusi, dan kini Satgas Pemberantasan Mafia Hukum. Negeri ini.. memang penuh aparat. Sayang.. bandit-banitnya tak pernah berhasil dijerat. Walloohu a'lam bishshowwaabb
Kami Pasti Kembali
Pagi ini, di hari yang ke 11 kami tak mengudara. Kantor begitu sepi. Hanya ada beberapa orang, pimpinan produksi, koordinator marketing, humas, seorang operator, ditambah saya dan seorang teman, yang sehari-hari berlaku sebagai reporter dan penyiar.
Lepas adzan dzuhur, saat rekan ikhwan pada sholat Jum'at dan 2 rekan lain mencari makan siang, saya dengan salah seorang teman yang penyiar mencoba masuk ke ruang siaran kami yang dingin.. dan hening tentunya. "Ruangan siarannya sudah disterilkan, tinggal siap digunakan setelah pemancar hidup", inilah penjelasan yang saya terima dari pimpinan produksi sehari sebelumnya. Dan memang demikian adanya, rupa-rupa perkakas siaran, lampu-lampu juga riuh suara para penyiar yang biasa terdengar..tidak ada lagi.
Sambil melihat-lihat, tangan kami meraih handphone yang selama ini online dan menyambungkan kami dengan para sahabat MQ. Terlihat di layar, ada 6 sms baru masuk., dari 70 total sms yang ada di inbox Kira-kira, seperti ini beberapa redaksionalnya:
- "Ass. afwan mau tanya mq udah 1minggu ini tidak terdengardi Sleman barat. Apa tidaksiaran ya.ditelp jgtdk diangkat. Apa pada libur panjang ya
- Mbk, kok skrg rdio MQ g' kdengarn dr gnung kidul lg,pdhl kmrin bs, tp ahir2 ni g' bs.. pmancarny mbok diperluab lg mbk? gar bs dengr ya..? dr Aisyah, afwan jazakillaah
- Ass.. knp MQ skrg g ad? Wass
- Ass. MQ FM Yk, dr tmpuran mgl g kdengar smaskli, ap freknya pndah? Syafrudin
- MQ kapan mulai on air lagi?
- Aslm'lkm afwn ni dr slah stu pndengar stia MQFM Jogja yang ada di belakang di deket parkiran Amikom.Mw tanya ko sekarang2 MQ ga ada siarannya y? Ato gangguan?Afwan minta tolong segera diperbaikin cz ud pngen dengerin MQ, oiy klo nomor offairnya brp y?
- Ass.. Radio MQ Nyangkut kemana y?
- Asmlkm. Maaf boleh tahu kenapa penerimaan gelombang MQ tidak bgs
- Aslamlkm. Af1. MQ knp to, emg tdk mengudara po?
- Aslm. Gmn kbr MQ? Dah mulai siar blm y? Maaf lhr batin buat semua kru MQ.
- MQ Jogja di Borobudur kok hilang
- MQ FM adalah radio yang jarang ada di Jogja karena MQ FM adalah Radio yangmenyajikan acara-acara yang bermanfaat dengan program-program seperti Q On Air, Nuansa Malam dll. Menambah wawasan seperti Fokus Pagi dan malam, menghibur seperti senandung pagi dll..Teman Akrab seperti curhat Remaja n nuansa malam.. Penyejuk jiwa seperti MQ Pagidzikir Al Ma'tsurot dllBahkan lagu-lagu yang diputer sungguh lagu-lagu yang penuh makna dan enakddengar. Tetapi mengapa MQ FM tdk lagi menyapa kami sahabat MQ..Aq berdoa semoga MQ FM Kembali menyapa kami lagi karena program acara MQ sangat bermanfaat bagi kami.. dan semoga segera dapat mengatasi kerusakan yang saat ini terjadi agar dapat menyapa sahabat MQ lagi.. Untuk MQ, kami kangen lhooo, radio-radio selain MQ kurang menyajikan acara-acara yang bermanfaat
- Ass. Sebelumnya maaf ini Radio MQ to? Saya cari-cari kok g ada ya? Apa sedang perbaikan? T Kasih. Wass
- Ass. Afwan MQ pindah gelombang/bagaimana ya kok beberapa hari ini siarannya hilang dari radio saya. Trimakasi (Isti di Galur)
- Ass. Afwan.. Hari ini,...MQ siaran gak ya? Kok dari tadi ana cariin g ketemu. Wah kangen nih...Gak lagi trouble kan? www
- Asslam. Mb,mas
(tisha)
Editorial MQ 92,3 FM
Edisi Rabu, 21 Mei 2009
Memulai Langkah Kebangkitan Negeri
Sahabat MQ, 21 Mei begitu identik dengan moment kebangkitan nasional. Hari ini, di kurun ratusan tahun yang lalu, berawal dari keprihatinan terhadap nasib bangsa Indonesia yang terjajah, tiga orang pemuda Indonesia mendirikan sebuah organisasi pergerakan, dengan cita-cita kemerdekaan Indonesia. Satu gerakan kebangkitan yang selanjutnya diberi nama Budi utomo. Organisasi yang didirikan oleh dokter Wahidin Sudiro Husodo, Douwes Dekker, dan dokter Sutomo tersebut diklaim sebagai awal kebangkitan nasional. Dimana semangat persatuan kesatuan dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia berhembus. Menyadarkan sebuah bangsa untuk segera bangkit dan bangun, setelah tertidur selama 350 tahun penjajahan.
Sahabat MQ, kali ini kita ingin mencoba menarik semangat itu ke jaman dimana hari ini kita berdiri. Mari edarkan mata untuk menatap dan merenungi, masih adakah ruh kebangkitan itu dalam hal pendidikan, ekonomi dan kepemimpinan?. Karena toh selama ini, rakyat justru semakin terlibas ganasnya system ekonomi yang diterapkan pemimpin bangsa. Sedang pendidikan.. hari ini menjadi begitu jauh dan tak terjangkau bagi 60 persen penduduk miskin di Negara kita. Tak jauh beda pula dalam hal kepemimpinan. Figur-figur udzur.. kini telah sesak memadati ruang-ruang parlemen,eksekutif dan hampir segala dimensi perpolitikan tanah air.
Lalu dimana anak muda? Ah..Anak muda… hari ini mereka begitu lemah. Mereka masih malu-malu takut dan hanya berani muncul dari balik ketiak kalangan tua yang jauh dari kekritisan, bahkan lebih dekat pada kemalasan dan keputusanaan. Mereka diam dan merasa cukup berbangga diri, dengan menjadi asisten-asisten dan tangan kanan mereka. Gemuruh lantang suara pemuda dalam menyuarakan perubahan ratusan tahun lalu itu, hari ini begitu sepi dan lengang. Apalagi kalau kita bicara tokoh atau figure yang layak untuk diteladani. Ah…kalau boleh jujur, bukankah begitu sulit mencari pemimpin idaman yang patut untuk kita contoh dan teladani kiprah dan perjalanan perjuangannya. Heroisme pahlawan itu..kini benar-benar murni hanya menjadi bagian dari sejarah yang hanya tepat untuk dikenang.
Sahabat MQ, Pemuda Indonesia saat ini telah kehilangan semangatnya. Sumpah 1 bangsa satu tanah air dan satu bahasa itu kini telah luntur dan ternoda. Mereka sibuk mempermasalahkan berbagai perbedaan yang ada, dan tenggelam dalam keegoisan diri sendiri dan golongan. Mereka tak sadar tengah didikte dan dikendalikan oleh tangan-tangan penjajah dalam wajah baru. Moment kebangkitan nasional, bahkan hanya menjadi semangat yang semu. Belum ada kebangkitan yang mendasar di berbagai bidang semenjak kemerdekaan diraih. Semua berjalan pelan, terkesan hanya apa adanya,bahkan mungkin makin mundur dan terpuruk.
Prospek Perbankan Syariah Sangat Cerah
Focus On Spot, Ahad, 5 April 2009 Jam 14.00 WIB
Prospek Perbankan Syariah Di Jogja Sangat Cerah, Hanya Terganjal Sosialisasi
Sahabat MQ prospek perbankan syariah di Jogjakarta sangat cerah. Hanya saja, hingga saat ini diantara kendala terbesar yang dihadapi perbankan syariah dalam memperluas perkembangannya, adalah minimmya sosialisasi kepada masyarakat akan system dan produk perbankan syariah itu sendiri. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Cabang Bank BTN Syariah Yogyakarta -Bahri Kurniadi, di sela pengajian bersama anak-anak pondok pesantren Abdul Fatah, yang digelar dalam rangka Ulang tahun ke 4 BTN Syariah Cabang Yogyakarta.
Bahri menjelaskan, lahirnya Undang-Undang Perbankan Syariah Juni 2008 lalu sangat membantu upaya pengembangan perbankan syariah. Karena dengan Undang-Undang tersebut, perbankan syariah telah memiliki panduan operasional untuk melangkah. Menurut Bahri, salah satu produk pelayanan yang memiliki potrensi cukup besar adalah Kredit Perumahan Rakyat. Hanya saja, penyedia modal dan developer dalam penggarapannya sejauh ini, masih terganjal oleh masalah perijinan khususnya IMB, yang memakan waktu lama. Untuk itu pihaknya berharap, ada sinergi dan kerjasama yang baik antara pihak bank, developer, dan pemerintah setempat. Bahri menambahkan, diantara langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan membicarakannya melalui asosiasi perbankan syariah atau Asbisindo Yogyakarta dan Badan Musyawarah Perbankan Daerah –BMPD.
Lebih lanjut Bahri menjelaskan, trend perkembangan perbankan syariah di Indonesia khususnya di Yogyakarta sangat tinggi. Di Jogja sendiri, angka pertumbuhannya tahun 2007 lalu mencapai 60 persen, dan tertinggi di Indonesia. Bahri berharap, sosialisasi intensif mengenai system dan produk perbankan syariah akan membuat pertumbuhan bank syariah lebih baik. Tisha Aulia
Crew MQ Bersama Capres Dedy Mizwar
Silaturahmi Dedy Mizwar dan Saurip Kardi Ke Studio MQ FM Jogjakarta
Capres-Cawapres Dedy Mizwar -Saurip Kardi
"Tata Laksana Demokrasi Masih Semrawut, Banyak Yang Masih Harus Dibenahi!!"
Pelaksanaan Pemilu 2009 Tidak boleh Ditunda
Senin, 23 Maret 2009, 16:30
Pelaksanaan Pemilu 2009 Tidak boleh Ditunda
Masjid Raya Al-Muttaqun Prambanan, Diresmikan
Jum'at, 13 Maret 2009, 17:00
--
Harapan senada juga diungkap Ketua Yayasan Masjid Al-Muttaqun -Abdul Hakim-. Pihaknya berharap, masjid dan Islamic Centre ini dapat menjadi masjid seluruh umat Islam. "Masjid dan Islamic Centre Asy-Syaikh Jasim Bin Muhammad Alitsani ini, semoga mampu membawa manfaat dan kemaslahatan bagi seluruh umat Islam, khususnya di Prambanan Raya", ungkap Abdul Hakim.
--
Masjid Al-Muttaqun sendiri sebelumnya rusak dalam peristiwa gempa Jogja-Jateng 2006 silam. Pembangunan masjid ini kemudian dimulai di tahun 2007, atas prakarsa Presiden Susilo bambang Yudhoyono. Masjid yang pembangunannya menelan biaya sebesar Rp. 12 M tersebut dibangun di atas tanah kas desa, ditambah bangunan lagi di sisi timur melalui pembebasan tanah, yang kemudian difungsikan sebagai gedung serba guna. Pendanaan bersumber dari presiden SBY sebesar 1 M, beberapa tokoh, serta Menteri Urusan Wakaf dan Islam negara Qatar sebesar 9,5 M. Sejumlah kegiatan juga telah dilaksanakan oleh pengelola masjid, diantaranya adalah kegiatan TPA, pengajian rutin Ahad setiap pagi, khitanan massal, serta peringatan hari besar agama Islam. Tisha Aulia